Mar 14, 2012

Intip Proses Pembuatan Ban IRC dan Zeneos

PT Gajah Tunggal Tbk mengundang motorplus-online.com untuk mengunjungi pabrik ban motor mereka di Tangerang, Banten. Pabrik ini memproduksi ban IRC dan merek baru mereka Zeneos.



Kalau IRC adalah lisensi Jepang, sedang Zeneos adalah ban lokal dari Gajah Tunggal. Tapi keduanya diproduksi dengan standar yang sama baiknya. Dari pada penasaran langsung tengok proses pembuatan ban motor. Yuk disimak!

Proses pertama dalam pembuatan ban motor adalah mixing yaitu mencampur bahan baku karet mentah. Karet mentah ini dicampur dengan berbagai bahan kimia untuk mendapatkan karakteristik yang diinginkan.

Setelah diaduk menjadi satu, bahan ini terbentuk menjadi dodol karet yang kemudian digiling menjadi lembaran untuk mempermudah proses selanjutnya. Proses ini menghasilkan beberapa jenis lembaran karet yang berbeda baik sebagai bahan kompon maupun pelapis kain anyaman benang nilon.

Proses kedua terdiri dari tiga pengerjaan berbeda yang terpisah yakni menyiapkan bahan kompon, menyiapkan bahan inner ban yang disebut carcass dan menyiapkan kawat tulang ban yang disebut bead.

Proses extruding dalam penyiapan bahan kompon terbilang paling mudah. Kompon yang sudah berbentuk lembaran kembali digiling untuk mendapatkan ukuran yang diinginkan.



Sedangkan proses pembuatan carcass sedikit agak rumit karena memiliki berbagai lapisan yang disebut ply. Untuk produksi satu buah ban motor biasanya dibutuhkan empat ply yang terbuat dari kain anyaman benang nilon dilapis karet. Keempat lembar ply ini kemudian dipress menjadi satu lembaran yang disebut carcass.

Komponen yang terakhir adalah bead. Komponen ini terbuat dari beberapa gulung kawat baja yang dilapis dengan karet keras. Tujuan pelapisan karet ini adalah supaya lebih kuat dan kawat tidak berpindah dari tempat yang telah ditentukan.

Kemudian ketiga komponen ini (carcass, tread atau kompon dan bead) dirakit oleh seorang operator menggunakan mesin carcass drum dengan proses yang disebut building.

Kompon dan carcass yang masih berbentuk lembaran dibulatkan lalu dipasangi bead di sisi kanan kirinya. Setelah terpasang lalu dipompa agar terbentuk ban setengah jadi yang disebut green tire.

Disebut green tire karena ban ini masih mentah dan perlu proses pemasakan yang disebut curing. Ban mentah ini dimasukkan ke dalam cetakan dan dimasak dalam suhu tinggi agar karet ban matang.

Tujuannya adalah membuat sifat karet yang elastis namun kuat menjadi maksimal. Selain itu proses curing ini juga berguna untuk memproses alur ban sesuai yang diinginkan. Ketika dimasak kembangan ban juga dicetak.

Salah satu perbedaan antara IRC dan Zeneos ada disini. Alur ban keduanya berbeda. Tapi melewati tahapan produksi dengan standarisasi yang sama.

Walau sudah kelar diproduksi ban ini tidak boleh langsung dikirim ke pasaran. Harus melalui serangkaian tes untuk mengecek kualitas.

“Hal ini penting untuk memastikan setiap tahapan proses berjalan sesuai persyaratan yang diminta sehingga produk yang dihasilkan berkualitas baik,” tegas Yulfahmi, Technical Manager PT Gajah Tunggal.

“Ini penting karena ban menyangkut safety. Sehebat apapun teknologi motor baik mesin, rangka dan suspensi hanya ditopang oleh telapak ban yang permukaannya hanya menempel sekitar 4x6 cm2. Jadi produksi ban nggak bisa asal-asalan,” tambahnya.

Mar 13, 2012

Audi Tertarik Caplok Ducati


Perusahaan mobil mewah asal Jerman ini harus menggelontorkan dana 250-300 juat euro atau sekitar Rp 3-3,7 triliun, belum termasuk kewajiban hutang Ducati yang dibebankan kepada Audi, seperti dilaporkan Car Magazine yang bebasis di Inggris.

Pembelian ambisisus ini disinyalir atas keinginan CEO Volkswagen Group (Audi menjadi salah satu bagian) Ferdinand Piech yang disebut sebagai Project Eagle. Piech telah menghidupkan kembali merek sepeda motor asal Jerman, Horex, beberapa waktu lalu. Namun dirasa Horex masih kurang prestisius sehingga merek ini kurang dikenal secara global.
Pada 2008, Piech mengatakan merupakan kesalahan untuk tidak membeli Ducati ketika perusahaan berada di ambang kebangkrutan. Empat tahun kemudian (2012) VW Group ingin melengkapi visi ambisiusnya. 

Bangun Pabrik Baru di Indonesia, Honda Gelontorkan Rp 3,128 Triliun

Perusahaan joint venture  PT Astra International Tbk dan Honda Motor Co. dengan komposisi saham 50 persen - 50 persen tengah bersiap membangun pabrik baru.

Rencananya, pabrik yang akan dibangun di Kawasan Industri Bukit Indah yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat ini memiliki kapasitas produksi sebesar 1,1 juta unit pertahun. Pabrik ini diproyeksikan untuk memproduksi skubek yang saat ini permintaan pasarnya tumbuh pesat.

Pabrik keempat PT AHM ini akan melengkapi tiga pabrik sepeda motor Honda yang sudah ada sebelumnya, yaitu yang berlokasi di Sunter, Pegangsaan, dan Cikarang. Dengan demikian, secara total kapasitas produksi sepeda motor Honda di Indonesia akan mencapai 5,3 juta per tahun.

Untuk rencana ini, PT AHM menanamkan modal sebesar Rp 3,128 triliun dan diharapkan akan mulai beroperasi pada akhir semester kedua 2013. Dan akan menyerap tenaga kerja sekitar 3.000 orang, sehingga total tenaga kerja di pabrik Honda pada saat itu akan menjadi sekitar 21.000 tenaga kerja.

Pada proses pembangunannya, AHM akan membangun pabrik baru ini dengan konsep yang mampu mengurangi jumlah emisi CO2 dan memanfaatkan sumber daya alam seperti pembangkit listrik tenaga angin dan tenaga surya.

Honda Luncurkan Absolute Revo dan Revo Fit Striping Baru

Ada yang baru nih buat pecinta motor honda, khususnya bebek Revo (AHM) menghadirkan pilihan desain warna dan striping terbaru kepada pecinta sepeda motor bebek melalui tampilan baru Honda Revo series. 

Penyegaran tampilan ini diwujudkan melalui desain stripe dan kombinasi warna two-tone yang baru dengan tetap mempertahankan fitur unggulannya yang fungsional dan ekonomis.

Honda Revo series tercatat sebagai model terlaris di antara sepeda motor bebek Honda lainnya dengan penjualan sebesar 764.662 unit atau berkontribusi sebesar 45,82% terhadap total penjualan sepeda motor bebek Honda tahun 2011.

Honda Revo series terbaru ini akan dipasarkan dengan harga Rp 11,5 juta varian Honda Revo Fit dan Rp 12,1 untuk Honda Revo SW, dan Rp 12,875 untuk Honda Revo CW. 


Honda Revo series kini memiliki warna hijau sebagai warna baru di semua varian. Honda Revo Fit hadir dalam 3 varian warna yaitu Smart Red, Stylish Blue, Elegant Green. Sementara Honda Revo SW dan CW hadir dalam 4 varian warna two-tone terbaru, yaitu Active Green, Rapid Black, Energetic Blue dan Active Red. 

AHM menargetkan dapat menjual 50 ribu unit per bulan untuk seluruh varian dari Honda Revo series!